jelaskan dengan singkat bagaimana menumbuhkan minat berwirausaha
Sebagianpakar berpendapat bahwa wirausahawan itu dilahirkan, sebagian lagi berpendapat bahwa wirausahawan dapat dibentuk, dengan berbagai contoh dan argumentasinya. Misalnya, Si X tidak mengenyam pendidikan tinggi tetapi kini dia menjadi pengusaha besar nasional. Di lain pihak, kini banyak pemimpinpemilik perusahaan yang berpendidikan tinggi
lihatjuga. pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada siswa smk ipt karangpanas semarang oleh: valeno, ivan terbitan: (2019) ; pengaruh faktor internal, faktor eksternal,faktor pembelajaran kewirausahaan, dan faktor kesiapan instrumen terhadap minat berwirausaha siswa smk terang bangsa semarang oleh: santoso, yefta bagus terbitan: (2018)
Jawabpertanyaan soal dibawah ini dengan singkat dan jelas : 1. Sebutkan dan jelaskan hambatan-hambatan dalam memulai usaha tersebut! 2. Jelaskan bagaimana seharusnya mindset seorang entrepreuner! 3. "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Menumbuhkan minat pemuda menjadi technopreneur.
Sifatsifat seorang wirausaha adalah: 1.Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme. 2.Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. 3.Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
berwirausahasetelah pemberian materi motivasi dan pengenalan perancangan model bisnis kanvas, dengan tingkat minat berwirausaha sebesar 64,2%. Kata Kunci : Perancangan Model, Model Bisnis Kanvas
Les Rencontres Se Font Partout Mais Surtout Ailleurs. Dunia kerja kantoran memang dunia yang kadang mengiurkan. Gaji yang bisa diterima tiap bulan sehingga tidak khawatir akan kekurangan uang, wibawa yang terangkat di mata masyarakat karena kerja di kantoran, masa depan yang cerah karena bermodalkan uang pensiunan dan masih banyak lagi hal-hal mengiurkan yang dirasakan orang kantoran. Kesempatan atau peluang setiap orang memang berbeda-beda. Ketika ditanyakan apakah mereka lebih memilih kerja kantoran atau wirausaha maka sebagian besar dari orang-orang akan lebih memilih dunia kerja kantoran dengan alasan kehidupan akan lebih terjamin. Tidak semua dari mereka akan bisa berkesempatan yang sama. Ada yang menempuh jalan lurus ketika mencari kerja tanpa harus merasakan rasa sakit karena ditolak, gagal dan sebagainya. Dari sebagian besar itu adapula orang-orang yang lebih memilih dunia wirausaha., alasan yang dikemukakan juga beragam. Namun yang pasti kehidupan itu memang pilihan termasuk juga dalam hal kerja. Semua punya tujuan yang mulia untuk kehidupan. Apalagi bagi orang yang mewujudkan dirinya untuk berwirausaha ditengah giuran dunia kerja kantoran. Sebuah tantangan besar untuk mereka yang mencoba mengais rupiah hari demi hari tanpa kepastian. Dalam sebulan bias menghasilkan banyak rupiah melebihi orang kantoran tapi bisa juga dalam sebulan itu tidak menghasilkan rupiah sedikitpun. Oleh karena itulah strategi bagi orang yang berwirausaha perlu ditingkatkan sehingga tidak terlibas oleh zaman. Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya. Siapa pun bisa menjadi wirausahawan, tetapi tingkat keberhasilannya dipengaruhi daya inovasi dan kreasi dalam diri. Jadi entrepreneur atau wirausaha merupakan orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna memastikan sukses. Seorang enterpreneur atau wirausahawan membawa dampak positif buat lingkungan masyarakat sekitarnya. Adanya seseorang yang berjiwa wirausaha maka akan menciptakan banyak lapangan kerja buat orang-orang yang tidak bisa masuk dunia kerja kantoran atau orang-orang yang belum mempunyai kesempatan bagus untuk masuk dunia kantoran. Bagi mereka yang berjiwa enterpreneur dan menjalankan minat dan bakatnya itu maka secara tidak langsung juga akan banyak membantu pemerintah dalam bidang perekonomian. Jiwa entrepreneur atau wirausaha ini menarik untuk dilirik. Apalagi ketika tingkat kebutuhan tenaga kerja semakin tidak bisa mengimbangi kecepatan jumlah Sumber Daya Manusia yang tersedia. Tenaga kerja yang ada jauh lebih ban yak daripada kebutuhan. Angka kebutuhan penerimaan Pegawai Negeri Sipil PNS tak mampu menampung jebolan Sekolah Menengah Atas atau Perguruan Tinggi. Instansi swasta pun demikian. Yang terjadi justru sebaliknya. Di tengah lilitan kebutuhan ekonomi sekarang, ribuan pabrik dan perusahaan swasta justru banyak yang mem-PHK karyawannya. Akibatnya, angka pengangguran membengkak. Ratusan ribu lulusan perguruan tinggi menganggur. Bangsa ini kelebihan tenaga kerja. Ujungnya, kita dipaksa "menjual" para tenaga kerja itu ke luar negeri dengan segala penderitaannya. Di sisi lain, seharusnya fenomena ini membuat anak negeri ini merenung. Selain terbatasnya lahan penerimaan PNS atau karyawan swasta, bangsa ini juga membutuhkan sosok-sosok entrepreneur. Kekayaan alam yang berlimpah, SDM yang membludak dan kebutuhan ekonomi yang kian membengkak, menuntut kita untuk belajar bekerja mandiri. Saatnya para karyawan merenung. Fakta menyebutkan, tingkat kenaikan gaji para karyawan, baik PNS maupun swasta, tak mampu mengejar tingkat pertambahan kebutuhan sehari-hari. Belum lagi. kalau ia harus mengubah nasib dengan mempunyai kendaraan atau rumah besar. Dalam analisanya yang ditulis Valentino Densi di bukunya Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Valentino Dinsi menyebutkan, PNS atau mereka yang bekerja sebagai karyawan swasta level menengah ke bawah, hanya bisa kaya dengan lima cara. Yaitu, menikah dengan orang kaya, mendapatkan warisan, menang undian, bekerja sampingan, dan korupsi. Merenungkan hal tersebut, selayaknya penghuni negeri ini mengubah paradigma berpikirnya. Paradigma sebagian masyarakat kita masih banyakyang ngotot memaksakan anaknya harus diterima di PNS dengan berbagai cara termasuk suapmenyuap dan nepotisme. Paradigma ini harus diubah dengan paradigma baru. Yaitu, mendidik generasi muda dengan jiwa wirausaha. Dengan demikian, begitu lulus dari SMA atau perguruan tinggi, generasi kita tak lagi belajar bagaimana menulis lamaran pekerjaan, tapi belajar cara membuat proposal bisnis. Mereka tak lagi berbondong-bondong menenteng map melamar jadi pegawai, tapi beramai-ramai membuka usaha baru. Jika jiwa wirausaha ini bisa kita tumbuhkan sejak dini, kita berharap negeri ini akan bangkit dari keterpurukan. Kekayaan alam yang melimpah ruah ini bisa kita kelolah sendiri tanpa harus mengundang orang asing. Syaratnya satu, kita mau berubah. Kalau dulu bekerja pada orang lain dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan uang, tetapi sekarang berwirausaha menjadi trend masa depan, karena dianggap lebih prospektif untuk meraih kebebasan waktu dan keuangan. Namun berwirausaha juga memerlukan pengetahuan, kecakapan, serta pengalaman, sehingga harus dipupuk sejak dini. Beberapa hal berikut ini merupakan hal yang perlu kita perhatikan dan lakukan berkenaan dengan upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan tersebut. Menumbuhkan jiwa wirausaha terkait erat dengan usaha memperbaiki kualitas diri sendiri dan kehidupan rohani, agar kita mampu menjadi personifikasi yang dapat dipercaya dan dihormati karena memiliki standar moral tinggi. Keunikan atau kualitas produk atau jasa maupun kecanggihan pola pemasaran bukan faktor utama produk atau jasa yang kita tawarkan diterima dengan baik. Sebab sukses dalam berwirausaha erat kaitannya dengan kemampuan meraih kepercayaan banyak orang, yang membuat konsumen tidak pernah ragu untuk membeli produk atau memakai jasa yang kita tawarkan. Oleh karena itulah menumbuhkan jiwa wirausaha ditengah pesonanya dunia kantoran cukup mambawa tantangan tersendiri. Pilihan memang ada ditangan kita masing-masing. Yang pasti harus terus berkreasi untuk kebangkitan negeri ini. Salam
Pada masa yang lalu pandangan masyarakat tentang bisnis kurang baik. Orang memandang pekerjaan bisnis dengan sebelah mata. Bisnis belum dipandang sebagai profesi yang memberikan harapan, menjanjikan, mulia dan terhormat. Orang-orang terpandang, kelompok intelektual, ahli agama menutup keinginannya terhadap bisnis. Akan tetapi saat ini persepsi yang demikian sudah tidak berlaku lagi. Kini, profesi sebagai pengusaha sudah menjadi cita-cita, harapan, sandaran hidup sebagian masyarakat dan sudah dianggap sebagai profesi terhormat serta dambaan banyak orang. Apalagi jika melihat nasib sebagian besar karyawan yang memiliki pendapatan relatif tetap, kehidupannya semakin hari tidak semakin sejahtera. Bahkan tidak sedikit para intelektual dan orang-orang yang semulai menjadi pegawai atau profesi tertemtu pindah profesi atau setidaknya sambil menggeluti bidang usaha. Pengertian Kewirausahaan Pengertian kewirausahaan atau entrepreneurship menurut Kasmir 200615 adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Strategi pertama menjadi seorang entrepreneur adalah melatih diri untuk mencari sebuah ceruk, peluang, kesempatan atau celah kemudian memanfaatkan dan menguasainya William Heinecke, 2002. Menurut Suryana, kewirausahaan muncul apabila seorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha Triton PB, 2007132. Banyak literatur mengungkapkan mengenai esensi dari kewirausahaan yaitu menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Secara esensi, jiwa kewirausahaan sesungguhnya ada pada orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan apapun pekerjaan atau profesinya. Para wirausahawan merupakan orang yang selalu melakukan usaha-usaha yang kreatif dan inovatif dengan cara mengembangkan ide, memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menciptakan peluang-peluang opportunity dan perbaikan preparation hidup. Menurut Zimmerer, nilai tambah yang diciptakan oleh para wirausahawan tersebut dengan cara-cara, sebagai berikut Triton PB, 2007132 Pengembangan teknologi baru developing new technologyPenemuan pengetahuan baru discovering new knowledgePerbaikan produk barang dan jasa yang sudah ada improving existing products or servicesPenemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit finding different ways of providing more goods and services with fewer resources Para pakar mengungkapkan hakekat mengenai kewirausahaan dengan sudut pandang yang berbeda-beda Triton PB, 2007 Menurut Ahmad Sanusi 1994, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diimplementasikan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil Prawiro 1997 mengatakan kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan 1996 mengungkapkan kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha. Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kewirausahaan adalah suatu usaha memenangkan persaingan dengan cara meningkatkan keunggulan dari hasil penciptaan nilai tambah dengan mengkombinasikan sumber daya-sumber daya yang ada melalui sautu cara yang baru dan berbeda dari yang sebelumnya. Menumbuhkan Minat Berwirausaha Menumbuhkan jiwa wirausaha terkait erat dengan usaha memperbaiki kualitas diri sendiri dan kehidupan rohani, agar kita mampu menjadi personifikasi yang dapat dipercaya dan dihormati karena memiliki standar moral tinggi. Keunikan atau kualitas produk atau jasa maupun kecanggihan pola pemasaran bukan faktor utama produk atau jasa yang kita tawarkan diterima dengan baik. Sebab sukses dalam berwirausaha erat kaitannya dengan kemampuan meraih kepercayaan banyak orang, yang membuat konsumen tidak pernah ragu untuk membeli produk atau memakai jasa yang kita tawarkan. Dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, kita juga harus membiasakan diri menciptakan impian, memiliki keyakinan luar biasa serta ketekunan berusaha. Sebab seorang wirausaha haruslah berjiwa pionir sejati. Artinya, syarat untuk menjadi wirausaha yang berhasil itu harus mampu membuat perencanaan yang baik, cepat dan efisien, berani menanggung resiko dengan melakukan investasi materi, waktu, usaha, serta ekstra kesabaran memelihara dan menjaga usahanya dengan baik sebelum melihatnya tumbuh sukses. Paradigma berpikir jiwa kewirausahaan entrepreneurship perlu direvisi. Jika paradigma sebelumnya meyakini bahwa meilihat kenyataan baru memiliki impian, paradigma sekarang adalah memiliki impian untuk dijadikan kenyataan. Sekalipun impian itu untuk saat ini masih irasional. Judul Buku Teori dan Praktek Manajemen, Penulis Ais Zakiyudin, SE., MM.
ArticlePDF AvailableFigures Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01, Januari – Aprill 2019 p-ISSN 2614-574X, e-ISSN 2615-4749 hal. 19-24 DOI 19 MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN PERANCANGAN MODEL BISNIS KANVAS Larisa Yohanna, Endang Sondari Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI larisayohanna endang_sondari Abstrak Keberadaan Pendidik sebuah bangsa merupakan faktor yang harus diperhatikan dengan serius oleh semua pihak yang berkepentingan, yang memiliki kepedulian bukan hanya terhadap bidang pendidikan, namun juga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemberian keterampilan melalui program Life Skill kepada masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan. Pengenalan model bisnis kanvas dapat bersinergi dengan Life Skill yang mereka dapatkan. Kegiatan pelatihan perancangan model bisnis kanvas bertujuan agar minat berwirausaha masyarakat tumbuh seiring dengan bertambahnya pemahaman mereka bahwa memulai usaha sangatlah mudah, dengan perancangan model bisnis yang simpel namun terarah. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut 1 Sebelum diadakan pelaksanaan kegiatan, minat berwirausaha peserta terindikasi rendah, hanya 8,3 % yang berminat untuk berwirausaha, dan 2 Adanya peningkatan minat peserta untuk berwirausaha setelah pemberian materi motivasi dan pengenalan perancangan model bisnis kanvas, dengan tingkat minat berwirausaha sebesar 64,2%. Kata Kunci Perancangan Model, Model Bisnis Kanvas, Minat Berwirausaha Abstract The existence of a nation's Educator is a factor that must be taken seriously by all interested parties, who have concern not only for the education sector, but also for the concern for the welfare of the community. Giving skills through the Life Skill program to the community cannot be used optimally to increase their independence and welfare. The introduction of the business model canvas can synergize with the Life Skills they have gotten. The canvas business model design training activities aim to make community entrepreneurship interest grow along with their increasing understanding that starting a business is very easy, with the simple and directed design of business model. The results obtained in the community service activities are as follows 1 Prior to the implementation of activities, interest in entrepreneurship was indicated as low, only were interested in entrepreneurship, and 2 There was an increase in participants' interest in entrepreneurship after giving motivation and introduction designing a business mode canvas, with a level of entrepreneurial interest of Keywords Model Design, Business Model Canvas, Entrepreneurial Interest PENDAHULUAN Kota Administarasi Jakarta Utara yang memiliki populasi penduduk sekitar orang dengan penduduk miskin berkisar pada angka orang Sumber BPS 2006. Hal ini memperlihatkan bagaimana kondisi faktual menyatakan jelas masih 20 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 banyak penduduk miskin yang membutuhkan perhatian. Secara sosial masyarakat marjinal banyak yang tinggal di lingkungan sekitar rel kereta api, pasar, tanah garapan dan rumah tinggal sempit yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Begitu juga secara ekonomi umumnya masyarakat adalah masyarakat yang memiliki ekonomi lemah dengan tingkat penghasilan rendah yang aktivitas sehari-harinya sebagai buruh, pedagang kecil dan pengepul barang bekas. Berawal dari kepedulian terhadap rendahnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Pademangan, maka PKBM Negeri 04 Pademangan, mencoba membangun kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya pendidikan dengan membuka kesempatan untuk meraih pendidikan seluas-luasnya serta menumbuhkan jiwa berwirausaha dengan memberikan life skill, entrepreneur knowledge dan skill yang memadai. Kelak mereka diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dan sejahtera dengan pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan tahun depan diasumsikan 9,5 persen-10,5 persen. Di 2016, targetnya 10,5 persen tapi realisasinya 10,6 persen karena masalah pertumbuhan ekonomi tidak setinggi yang diharapkan. Daya serap tenaga kerja juga lebih rendah, pertumbuhan ekonomi tidak tinggi seperti yang diharapkan, investasi tidak besar dan yang masuk padat modal tidak lagi padat karya sehingga kemiskinan turunnya melambat 2017. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, menjadi sebuah PR besar bagi PKBM Pademangan untuk dipecahkan agar specific life skills tata boga, komputer, menjahit dan lainnya yang telah diberikan dapat memberikan manfaat di masa depan bagi masyarakat yang sudah belajar. Mitra sadar bahwa kelulusan pendidikan dengan berbekal life skill dan entrepreneurship knowledge sangatlah penting bagi masa depan mereka agar dapat memperbaiki ekonomi keluarga dan mandiri. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1 Membuka pola pikir masyarakat untuk berwirausaha sehingga terciptanya kemandirian, 2 Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa memulai usaha dengan perencanaan yang matang sangatlah simple, 3 Membekali peserta dalam memulai usaha dengan perancangan model bisnis kanvas, dan 4 Menumbuhkan kesadaran dan minat berwirausaha masyarakat agar mereka tidak terkurung dalam kemiskinan dan kelak dapat hidup sejahtera. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tumbuhnya minat berwirausaha masyarakat, seiring dengan bertambahnya pemahaman mereka bahwa memulai usaha sangatlah mudah dengan perancangan suatu model bisnis yang simpel namun terarah. Dengan menggunakan angket dapat terlihat adanya minat mereka untuk berwirausaha. METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan ini, pelaksanaan dilakukan selama 2 dua hari pada tanggal 20-21 Januari 2017 dengan tahapan-tahapan yang dilaksanakan yaitu 1. Tahap awal. Setelah Sambutan oleh Kepala Sekolah, tim pelaksana memberikan motivasi kewirausahaan dengan diawali pemberian angket mengenai kondisi warga belajar apakah mereka sudah ada yang berwirausaha atau berdagang, apakah mereka berniat untuk berwirausaha bagi yang belum dan alasan mereka terhadap ketidak-minatan mereka untuk berwirausaha. Kemudian, pemberian motivasi yang bertujuan untuk Menumbuhkan Minat Berwirausaha …Larisa Yohanna, Endang Sondari 21 menumbuhkan kesadaran dan minat peserta untuk berwirausaha. Materi pemberian motivasi, selain berdasarkan kepada materi yang telah disiapkan, materi juga disesuaikan dengan hasil angket yang telah dikumpulkan dengan melihat alasan yang menyebabkan mereka tidak berminat untuk berwirausaha. 2. Tahap Pengenalan Pengenalan perancangan model bisnis kanvas dilakukan secara mendalam. Selama ini masyarakat enggan untuk berwirausaha karena selain modal menjadi faktor utama bagi mereka untuk memulai usaha, mereka juga menghadapi suatu kebingungan bagaimana memulai suatu usaha dan apa yang harus mereka lakukan diawal. Hal ini yang menyebabkan mereka tidak berminat untuk berwirausaha dan beranggapan bahwa memulai usaha sangatlah kompleks dan beresiko tinggi untuk merugi. Oleh karena itu dengan pengenalan perancangan model bisnis kanvas sebagai salah satu langkah memulai suatu usaha yang diharapkan dapat menumbuhkan minat berwirausaha . 3. Tahap Pelatihan Membuka bisnis memerlukan keberanian namun bisnis juga memerlukan perhitungan yang matang, sehingga resiko apapun yang muncul dapat dikelola dengan baik. Salah satu cara termudah menyiapkan rencana bisnis adalah dengan membuat model bisnis. Dengan perancangan ini dapat memudahkan pemula usaha dalam memetakan arah usaha dan meminimalisir resiko kegagalan. Dalam buku “Business Model Generation” Osterwalder & Pigneur 2010 Model Bisnis Canvas adalah model bisnis yg terdiri dari 9 blok area aktivitas bisnis, yang memiliki tujuan memetakan strategi untuk membangun bisnis yang kuat, bisa memenangkan persaingan dan sukses dalam jangka panjang. Bisnis Model Canvas ini memiliki ciri khas dengan 9 blok model yang jika disatukan akan menjadi satu kesatuan bisnis a. Customers Segment b. Value Proposition c. Customer Relationship d. Channel e. Revenue Stream f. Key Resource g. Key Activities h. Key Partnership i. Cost Structure Gambar 1 Alur IPTEK Transfer ke Mitra Berwirausaha membuka mindset MenumbuhkanMinat Berwirausaha Peserta 22 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 Keterampilan Masyarakat Menjahit, memasak dan lainnya akan menjadi aset masa depan jika dimanfaatkan dengan baik. Kontribusi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan motivasi membuka mindset pentingnya berwirausaha dan pengenalan model bisnis kanvas, diharapkan dapat menumbuhkan minat berwirausaha peserta. Selama ini peserta pastinya sangat awam dan menganggap bahwa memulai suatu bisnis sangat sulit dan tidak ada pengetahuan yang dapat menunjang. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh peserta wanita sebanyak 47% dan sisanya laki-laki, dengan usia dominan berkisar 17 tahun. Peserta yang hadir yang telah berwirusaha/berdagang hanyalah 29%. Dari 12 peserta yang belum memiliki usaha/berdagang hanya yang berminat untuk berwirausaha kelak. Hal ini dikarenakan berbagai alasan antara lain tidak memiliki modal, takut rugi, dan tidak memiliki bakat masing-masing alasan sebanyak 25%, tidak memiliki skill dan pengalaman masing-masing alasan sebesar 12,5%. Penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi apa yang menjadi keyakinan peserta pada saat itu kenapa mereka tidak berminat untuk berwirausaha sehingga lebih cenderung menjadi karyawan/buruh kelak berdasarkan angket yang telah dibagikan sebelum pemaparan materi motivasi. Berdasarkan hasil analisis angket yang telah dibagikan kepada 17 peserta setelah pemaparan dan latihan perancangan model bisnis kanvas skor total adalah 2438, dikategorikan tingkat minat berwirausaha peserta adalah sedang atau sebesar 64,16%. Gambar 2 Pemaparan Motivasi Kewirausahaan Sumber Dokumentasi Pribadi Gambar 3 Pemaparan Model Bisnis Kanvas Sumber Dokumentasi Pribadi Menumbuhkan Minat Berwirausaha …Larisa Yohanna, Endang Sondari 23 Gambar 4 Diskusi Kelompok Peserta Sumber Dokumentasi Pribadi SIMPULAN Secara umum kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dikatakan berhasil karena 1. Adanya peningkatan minat peserta untuk berwirausaha dengan nilai sebesar 64,2 % yang awalnya hanya 8,3%. 2. Pengenalan model bisnis kanvas berhasil tersampaikan walaupun dalam proses latihannya hanya 25% yang telah selesai menyelesaikan layoutnya. 3. Adanya persiapan yang lebih mendalam untuk penyampaian materi oleh tim pelaksana untuk model bisnis kanvas karena mayoritas background pendidikan peserta adalah usia terlambat sekolah 17 tahun 22 tahun. 4. Adanya tambahan waktu pertemuan dari mitra sehingga penditribusian ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha bisa lebih maksimal. 5. Mitra dapat menambahkan mata pelajaran kewirausahaan dalam kurikulum pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH Untuk yang pertama, saya ucapkan terima kasih kepada LP2M Universitas Indraprasta PGRI yang telah mendukung kegiatan pengabdian masyarakat ini, dan Ibu Suratminah, Kepala Sekolah PKBM Negeri 04 Pademangan, Jakarta Utara beserta para staf yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA Andi. 2015. 20 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Ekonomi. http// www. Diakses 15 Desember 2017. Anwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup Life Skill Education. Bandung Alfabeta. Brodjonegoro. 2017. Kemiskinan dan Pengangguran. http // . com/read/2590110/ini-target-angka-kemiskinan-dan-pengangguran-ri-di-2017. Diakses 9 Januari 2018. 24 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 Depdiknas. 2002. Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMU. Jakarta Depdiknas. IOWA State University. 2003. Incorporating Developmentally Appropriate Learning Opportunities to Assess Impact of Life Skill Development. Diakses 15 Desember 2017. Ostewalder, A. and Pigneur, Y. 2010. Business Model Generation. New Jersey John Wiley & Sons, Inc. Rr. Vemmi Kesuma DewiEndang SondariThe impact of the industrial revolution era is enormous on the behavior of the people, including children, who massively switch to technology; this is a product of change driven by developed countries as holders of the world constellation in the fields of science and technology and the economy. The success of developed countries cannot be separated from the role of educational institutions. The era of globalization is currently being experienced by all people in the world, including in Indonesia. Global challenges with advances in science and technology. The concept of entrepreneurial education for girls in open houses causes competition and faster and more competitive movements, which directly impact the world of education. Entrepreneurship is not only a world of adults, but it can also be a part of the world of children. The difference is, entrepreneurship in children cannot be carried out alone. However, it requires guidance and support from adults, parents, and teachers. Children who know the world of entrepreneurship from an early age will find it useful for future provisions. Education is an integral part of the life of society, nation, and state. One of the factors taken to improve the quality of life of the Indonesian nation is to increase the attitude of independence in the Kecakapan Hidup Life Skill EducationAnwarAnwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup Life Skill Education. Bandung dan PengangguranBrodjonegoroBrodjonegoro. 2017. Kemiskinan dan Pengangguran. http // com/read/2590110/ini-target-angka-kemiskinan-dan-pengangguran-ri-di-2017. Diakses 9 Januari Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMUDepdiknasDepdiknas. 2002. Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMU. Jakarta Model GenerationA OstewalderY PigneurOstewalder, A. and Pigneur, Y. 2010. Business Model Generation. New Jersey John Wiley & Sons, Inc.
MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausaha Keuntungannya adalah Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos. Kelemahannya adalah Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko, jika resiko ini telah diantisipasi secara baik, maka berarti wirausaha telah mengeser resiko tersebut. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya. KEBUTUHAN AKAN WIRAUSAHA Wirausahawan adalah Seorang Inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang2x, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berpikir lamban dan malas. Seorang usahawan mempunyai peran Untuk mencari kombinasi2x baru Yaitu Pengenalan barang dan jasa baru. Metode produksi baru. Sumber bahan mentah baru Pasar2x baru dan organisasi industri baru. BISAKAH KEWIRAUSAHAAN DIAJARKAN? Beberapa puluh tahun yang lalu ada pendapat yang menyatakan bahwa kewirausahaan tidak dapat diajarkan. Akan tetapi sekarang ini Entrepreneur ship kewirausahaan merupakan mata pelajaran yang dapat diajarkan disekolah sekolah dan telah tumbuh sangat pesat. Dinegara maju pertumbuhan wirausaha membawa peningkatan ekonomi yang luar biasa. Tranformasi pengetahuan kewirausahaan telah berkembang pada akhir akhir ini. DORONGAN MERINTIS WIRAUSAHA Dinegara lain mungkin motivasi mendirikan bisnis bukan mencari uang yang utama akan tetapi ada motif2x laen dibalik itu. Adapula motivasi menjadi wirausaha didorong oleh lingkungan yang banyak dijumpai berbagai macam perusahaan. Dorongan membentuk wirausaha juga datang dari temen sepergaulan, lingkungan, family dll. Pendidikan formal dan pengalaman bisnis kecil kecilan yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi potensi utama untuk menjadi wirausaha yang berhasil. BEBERAPA FAKTOR KRITIS UNTUK MEMULAI USAHA BARU Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu Personal, menyangkut aspek2x kepribadian seseorang Sociolagical, menyangkut masalah hubungan dengan family. Environmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan. Faktor laen yang berpengaruh dalam membuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit, energi dan rasa optimis. Biasanya orang2x muda lebih optimis, energik dibandingkan dengan orang orang yang sudah beumur. MODEL PROSES KEWIRAUSAHAAN Proses Inovasi Beberapa faktor personel yang mendorong inovasi adalah keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pengalaman dan faktor pendidikan, sedangkan faktor environment yang mendorong inovasi adalah adanya peluang, pengalaman dan kreativitas. Proses Pemicu Beberapa faktor personel yang mendorong seseorang untuk terjun kedunia bisnis adalah Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Adanya PHK, tidak ada pekerjaan lain. Dorongan karna faktor usia. Keberanian menanggung resiko Minat yang tinggi terhadap bisnis. Faktor2x environment yang mendorong menjadi pemicu bisnis adalah Adanya persaingan dalam dunia kehidupan. Adanya sumber sumber yang bisa dimanfaatkan. Mengikuti latihan latihan atau incubator bisnis. Kebijaksanaan pemerintah. Faktor2x sociological yang menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah Adanya hubungan atau relasi dengan orang lain. Adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam berusaha. Adanya dorongan dari orang tua untuk membuka usaha. Adanya bantuan family dalam berbagai kemudahan Adanya pengalaman2x dalam dunia bisnis sebelumnya. Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personel yang mendorong seseorang untuk terjun kedunia bisnis adalah Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Adanya PHK, tidak ada pekerjaan lain. Dorongan karna faktor usia. Keberanian menanggung resiko Minat yang tinggi terhadap bisnis.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Wirausaha diartikan sebagai pelatihan dan pendampingan usaha, membuka usaha dan mendatangkan penghasilan, terhindar dari ancaman pengangguran juga menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Sedangkan kewirausahaan adalah sebuah poses yang mengintegrasikan peluang opportunity, sumber dayaresources dan orang wirausahawan. Minat berwirausaha akan timbul ketika seseorang memiliki ketertarikan dan merasa mampu untuk melakukan usaha. Menurut Summers 2000 minat berwirausaha disebabkan adanya kejadian yang memicu, persepsi keinginan, kecenderungan untuk berperilaku proaktif dan kepercayaa individu pada kemampuannya untuk masa pandemi saat ini banyak terjadi PHK dimana-mana sehingga banyak dari masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Disinilah kita diuji bagaimana caranya agar bisa bertahan hidup setelah kehilangan pekerjaan. Akibat dari pandemi Covid-19 ini banyak orang beralih menekuni bisnis online seperti jualan online. Hal tersebut dilakukan semata-mata dilakukan agar tetap menghasilkan pendapatan di tengah pandemi seperti pandemi saat ini bukanlah sebuah alasan untuk kita bermalas-malasan. Justru di saat seperti ini kita ditantang agar tetap berinovasi dan berkreativitas sebaik mungkin dengan memanfaatkan tenologi digital dan juga memaksimalkan peluang yang ada di depan mata. Peluang yang dimaksud adalah peluang yang sekiranya akan muncul di tengah pandemi maupun setelah berakhirnya pandemi. Peluang tersebut bisa dimanfaatkan sebagai ide awal untuk membuka usaha yang bisa memberikan solusi dan berorientasi pada atau usaha yang muncul di tengah pandemi antara lain seperti bisnis makanan, online shop, jasa ekspedisi, kesehatan, dan lain-lain. Bagi masyarakat khususnya anak muda, ini adalah saat yang tepat untuk berwirausaha dan memiliki UMKM karena faktor penunjang sudah dimudahkan lwat teknologi yang berkembang saat ini. Di era sekarang para remaja sudah melek akan teknologi, tinggal bagaimana mereka mau memanfaatkan teknologi tersebut. Apalagi di tengah pandemi saat ini, para siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar dirumah. Jika mereka sudah melek akan pentingnya berwirausaha dari sekarang maka mereka juga bisa menghasilkan pendapatan dari usaha mereka sendiri, bisa juga sebagai tambahan uang jajan mereka. Kelak mereka juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan ketika bisnis yang dijalankan telah majuWalaupun ditengah pandemi kita harus tetap semangat, banyak peluang yang tersedia bagi para wirausahawan, hal itu seperti yang telah dijelaskan pada contoh bagaimana kita mau memanfaatkannya apalagi teknologi di zaman sekarang sudah sangat maju. Pelaku wirausaha juga harus memiliki strategi dalam mempertahankan bisnis yang dijalankannya agar mampu bertahan terutama di tengah pandemi saat ini. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
jelaskan dengan singkat bagaimana menumbuhkan minat berwirausaha